am-journal.id

Loading

Sejarah

 Kisah berdirinya Anugrah Malebbi Research berawal dari sebuah percakapan sederhana yang sarat makna antara dua dosen muda di IAIN Parepare, Syafa’at dan Rustam, pada tahun 2019. Kala itu, keduanya masih berstatus sebagai dosen baru yang penuh semangat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Dalam berbagai diskusi informal yang berlangsung di sela-sela aktivitas akademik, muncul gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga pengabdian dan riset yang dapat menjadi wadah aktualisasi ide-ide keilmuan dan sosial mereka.

Rustam, dengan visi dan karakter progresifnya, terus mendorong agar gagasan itu segera dieksekusi. Namun, Syafa’at dengan sikap reflektifnya menimbang dengan hati-hati dan berkata, “Kita tidak bisa mengeksekusi ini berdua. Kita butuh orang yang sejalan dengan visi kita.” Kalimat itu menjadi penanda bahwa perjalanan mewujudkan gagasan ini masih menunggu datangnya sosok ketiga yang mampu melengkapi harmoni pemikiran keduanya.

Waktu pun bergulir. Dua tahun berselang, tepatnya pada tahun 2021, datanglah seorang dosen muda bernama Dirga Achmad yang baru saja bergabung di IAIN Parepare. Saat mengenalnya lebih dekat, Syafa’at berkesimpulan, “Ini orang yang kita tunggu-tunggu.” Sosok Dirga dengan pandangan akademiknya yang luas dan ketertarikannya terhadap riset menjadi pelengkap yang ideal bagi rencana besar mereka.

Momentum penting itu terjadi pada 13 September 2021, di tengah guyuran hujan deras yang membasahi tanah Sulawesi. Rustam dan Hasan menembus hujan menuju Pinrang, ke rumah Syafa’at, untuk melanjutkan perbincangan serius mengenai pembentukan lembaga tersebut. Hasan, yang dikenal sebagai salah satu dosen senior di IAIN Parepare dan telah lama mengabdi dengan penuh ketulusan, turut hadir bukan sekadar sebagai pendamping diskusi, tetapi sebagai sosok panutan. Kebaikan, ketenangan, dan sikap bijaknya membuat ketiganya berharap bahwa nilai-nilai moral yang melekat pada diri Hasan dapat menjadi ruh dan budaya kerja yang hidup di dalam AM Research. Setelahnya, mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju Rappang, kediaman Dirga Achmad, untuk memfinalisasi gagasan yang telah lama mereka rawat.

Suasana malam itu begitu akrab dan penuh semangat. Di tengah hidangan Palekko khas Sidrap yang disuguhkan oleh tuan rumah, diskusi berlangsung hangat. Ide demi ide mengalir tanpa henti hingga akhirnya lahirlah sebuah kesepakatan: lembaga ini akan diberi nama Anugrah Malebbi Institute. Nama “Malebbi” dipilih karena mencerminkan nilai-nilai luhur kearifan lokal Bugis, yang berarti beradab, bermartabat, dan beretika.

Namun, ketika proses pendaftaran lembaga dilakukan, terdapat penyesuaian administratif yang mengharuskan perubahan nama. Dari sanalah lahir nama yang kini dikenal luas, yaitu Anugrah Malebbi Research, disingkat AM Research. Nama ini bukan sekadar simbol formal, melainkan representasi dari semangat empat akademisi muda yang ingin membumikan ilmu pengetahuan melalui riset dan pengabdian dengan menjunjung tinggi nilai-nilai lokalitas dan profesionalisme akademik.

Sejak saat itu, Anugrah Malebbi Research terus bertransformasi menjadi wadah kolaborasi akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Lembaga ini tidak hanya berdiri di atas idealisme para pendirinya, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalakan api keilmuan dan kemanusiaan yang berpijar dari tanah Ajatappareng menuju cakrawala keilmuan yang lebih luas.